Trip

September adalah musimnya penyelaman di seputaran pulau Pramuka. Biasanya pada bulan ini jarak pandang bagus, bisa 15 meter dan permukaan laut juga tidak terlalu berombak. Sesuai rencana yang sudah dibuat, hari ini kami menyelam di bangkai KM Tabularasa. Sedikit cerita, Tabularasa adalah nama kapal latih untuk para mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Pada tahun 1995, tepatnya 15 Maret kapal mengalami kerusakan mesin di selatan pulau Pramuka,  namun pada saat itu kapal belum tenggelam sepenuhnya, 29 hari kemudian kapal tenggelam sepenuhnya. Haluan kapal berada di kedalaman 24 meter, sedangkan bagian buritan kapal berada di kedalaman 35 meter. Untuk menyelam di Tabularasa setidaknya kamu sudah memiliki lisensi selam dalam (deep dive).

Setelah boat yang kami pakai sudah pada posisi sandar yang tepat, kamipun langsung entry ke air, tentunya sebelum turun semua peralatan sudah dicek dengan seksama, dan dipastikan berfungsi dengan baik. Oh ya, mengingat kami akan turun ke 35 meter, di mana cahaya matahari juga semakin berkurang pada kedalam tersebut, kami membawa senter. Perlahan turun menuju haluan Tabularasa, kami disambut oleh sekumpulan glass fish. Setelah semua bersiap, kami mulai turun menuju 35 meter. Beberapa kakap merah berkeliaran  dan ada juga yang  bersembunyi di sela-sela kapal.  Di salah satu tiang kapal masih berdiri, terdapat beberapa batfish yang agak besar. Setelah mencapai kedalaman yang direncanakan, kami perlahan-lahan naik ke arah haluan. Setelah mengambil beberapa foto, kami mulai bergerak meninggalkan Tabularasa. 

Setelah menyelesaikan safety stop, kami semua berenang pelan menuju permukaan. Dan kapal yang kami tumpangi sudah menunggu. Satu persatu penyelam naik ke kapal, saatnya kembali ke DC lalu makan siang.

Video: https://youtube.com/shorts/wgaNpNTQBPw?si=0NQ4TyOvQPVVK0zX

Hari itu, perahu kami bertolak lebih awal, pukul 7.30, menuju APL (Area Perlindungan Laut). Sebenarnya APL adalah bagian dari gusung Pramuka. Lokasi APL di sisi timur pulau Panggang dan pulau Karya. Di beberapa titik di APL komunitas pemandu selam pulau Pramuka memasang tambat apung (mooring buoy), agar memudahkan awal kapal mudah tambat di lokasi selam, tanpa membuang jangkar. Buoy terbuat dari jerigen bekas yang diikat dengan tali lalu dihubungan ke batu penunggul.

Perahu tambat di mooring buoy berwarna merah. Setalah semua penyelam siap, divemaster memberi aba-aba agar kami memasuki air bersamaan dengan cara backroll. Dan satu… dua… tiga… kami sudah masuk di air. Semua sudah bersiap untuk descent. Turun perlahan, kami langsung mengikuti divemaster menuju 12 meter.Jarak pandang cukup baik, setidaknya 10 meter, reef di sebalah kiri, kami berempat di belakang divemaster. Salah satu titik di APL adalah Pencol. Sebelum mendekati titik ini biasanya ikan mulai ramai, ada schooling batfish, baby barracuda, penyu dan jika beruntung kita juga bisa bertemu schooling barracuda. Ada keseruan lain! Pencol sangat lekat dengan arus. Jika kita menyelam menyusuri reef sebelah kiri, menjelang pencol arus akan mendorong kita, kadang arusnya lumayan kencang. Arus akan membawa para penyalam ke permukaan. Oleh karena itu ketika di Pencol disarankan menyelam ke 15 meter. Pada kedalaman ini arus tidak terlalu kencang, dan kamu akan bertemu dengan beberapa seafan besar.

Tidak terasa kami sudah 35 menit menyelam. Divemaster mulai memukul tabung dengan pointer, lalu kami semua mendekat, dan waktunya safety stop. Setelah selasai safety stop kami semua ascent perlahan. Perahu sudah mendekat, satu persatu penyelam menaiki ke kapal dan menuju nusa keramba untuk surface interval selama 1 jam. 

Menyelam di Bawah Dermaga Trikora Pulau Tidore. (10 Mei 2026)+

Tidore adalah sebuah kota yang terletak di pulau Tidore. Dahulu merupakan daerah yang sangat berpengaruh pada saat masa kesultanan Tidore. Saat ini, penghasil rempah-rempah utama, serta memiliki kekayaan alam dan objek wisata sejarah. Tidore masuk dalam provinsi Maluku Utara. Perlu waktu 30-45 menit dengan speedboat untuk sampai di dermaga Trikora.

Pada kesempatan ini, kami menyelam di bawah dermaga Trikora. Cuaca pada saat itu sangat bersahabat. langit cerah, permukaan laut tenang tidak berombak dan tidak banyak kapal yang lalu lalang, maupun aktivitas bongkar muat barang. Untuk menyelam di spot ini , buddies dengan lisensi OWD sudah cukup. 

Setelah kami semua bersiap dengan perlengkapan scuba, dan saatnya back roll. Dan benar saja, begitu kami turun ke dalaman 4 meter, jarak pandang sangat bagus, disambut ribuan schooling ikan Tude. Dan sejauh mata memandang dibawah dermaga Trikora hampir tidak ada sampah plastik. Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan. Kedalam penyelaman  berkisar 5 – 10 meter.  Walaupun tidak dalam, tapi tetap harus berhati-hati yaaa, buoyancy  adalah skill kunci, mengingat kita menyelam di bawah dermaga yang masih ada aktivitas seperti kapal yang sandar menurunkan barang, bongkar muat dan lain sebagainya. Jika kamu membawa kamera, abadikanlah saat-saat menyelam di sela-sela pilar-pilar dermaga bersama ribuan ikan tude. Setelah 1 jam, satu persatu dari kami menyudahi penyelaman hari itu. Semua sudah di kapal, saatnya kembali ke kota Ternate.

Baru saja baca artikel tentang tempat-tempat seru, jadi mendadak pengin packing! Gak usah wacana lagi, yuk agendain trip bareng ke sini. Kapan lagi kita bisa seru-seruan bareng di luar rutinitas?

Pramuka island regular trips

IDR 2.500.000 (2D1N – minimum 2 pax)

Price included :

  • Fast boat (Baywalk – Pramuka island – Baywalk)
  • 1 night accommodation (share room)
  • 4 x meals (2 lunch, 1 dinner, 1 breakfast) 
  • Tank + weight
  • 4  dives, 
  • National Park fee

Price excluded :

  • Scuba gears
  • Personal expense
  • Personal medicine

IDR 1.750.000 (One day trip minimum 2 pax)

Price included :

  • Fast boat (Baywalk – Pramuka island – Baywalk)
  • Lunch 
  • Tank + weight
  • 2  dive logs, 
  • National Park fee

Price excluded :

  • Scuba gears
  • Personal expense
  • Personal medicine

GALERIES